Rabu, 04 Februari 2026

Dengan Allah Semua Jadi Mudah (Hikmah dari Kitab Al-Hikam)

Dalam kitab Al-Hikam, Imam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari رحمه الله mengajarkan kepada kita bahwa kesulitan hidup bukan semata-mata karena beratnya ujian, melainkan karena hati terlalu bergantung pada selain Allah. Ketika seseorang bersandar penuh kepada kekuatannya sendiri, maka beban terasa berat. Namun ketika ia menyerahkan urusannya kepada Allah, maka jalan terasa lapang.

Banyak urusan terasa sulit bukan karena tidak ada jalan keluar, tetapi karena kita memikulnya sendirian. Padahal Allah tidak pernah meminta hamba-Nya untuk menanggung segalanya sendiri. Allah hanya meminta kita untuk berusaha, kemudian bertawakal, dan membiarkan ketentuan-Nya bekerja dengan hikmah terbaik.

Imam Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa siapa pun yang mengenal Allah dengan benar, akan merasakan kemudahan dalam setiap keadaan. Bukan berarti hidupnya tanpa masalah, tetapi hatinya tenang saat menghadapi masalah. Dengan Allah, kesempitan tidak lagi menyesakkan, dan ujian tidak lagi melemahkan.

Ketika hati bergantung kepada Allah, kegelisahan berubah menjadi doa, kelelahan berubah menjadi pahala, dan penantian berubah menjadi keyakinan. Inilah makna kemudahan yang sejati: bukan hilangnya ujian, melainkan hadirnya ketenangan dalam menjalaninya.

Maka, jika hari ini hidup terasa berat, jangan buru-buru menyalahkan keadaan. Periksa kembali kepada siapa hati kita bersandar. Karena sesungguhnya, bersama Allah, segala urusan menjadi ringan, dan bersama selain-Nya, yang ringan pun terasa berat.

Semoga Allah menjadikan hati kita selalu dekat kepada-Nya, sehingga setiap langkah terasa mudah, setiap ujian terasa bermakna, dan setiap ketetapan-Nya kita terima dengan lapang dada. Aamiin.