Kamis, 05 Februari 2026

Kembali Kepada Allah Sejak Awal (Hikmah dari Kitab Al-Hikam)

Dalam Al-Hikam, Imam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari رحمه الله mengajarkan bahwa banyak kelelahan dalam hidup bukan karena beratnya perjalanan, melainkan karena kita memulai langkah dengan sandaran yang keliru. Ketika sejak awal hati tidak kembali kepada Allah, maka di tengah jalan kita mudah lelah, kecewa, dan kehilangan arah.

Sering kali manusia memulai urusannya dengan mengandalkan perencanaan, kemampuan, dan pengalaman semata. Padahal semua itu hanyalah sebab, bukan penentu hasil. Ketika hati bergantung pada sebab, kegelisahan akan selalu menyertai. Namun ketika sejak awal hati kembali kepada Allah, maka apa pun hasilnya akan diterima dengan lapang dada.

Imam Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa siapa pun yang memulai dengan Allah, akan diselamatkan oleh Allah di akhir. Sebaliknya, siapa yang memulai dengan selain Allah, akan dipaksa kembali kepada-Nya melalui kelelahan dan kegagalan. Karena Allah tidak ingin hamba-Nya tersesat dalam sandaran yang semu.

Rabu, 04 Februari 2026

Dengan Allah Semua Jadi Mudah (Hikmah dari Kitab Al-Hikam)

Dalam kitab Al-Hikam, Imam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari رحمه الله mengajarkan kepada kita bahwa kesulitan hidup bukan semata-mata karena beratnya ujian, melainkan karena hati terlalu bergantung pada selain Allah. Ketika seseorang bersandar penuh kepada kekuatannya sendiri, maka beban terasa berat. Namun ketika ia menyerahkan urusannya kepada Allah, maka jalan terasa lapang.

Banyak urusan terasa sulit bukan karena tidak ada jalan keluar, tetapi karena kita memikulnya sendirian. Padahal Allah tidak pernah meminta hamba-Nya untuk menanggung segalanya sendiri. Allah hanya meminta kita untuk berusaha, kemudian bertawakal, dan membiarkan ketentuan-Nya bekerja dengan hikmah terbaik.

Jumat, 23 Januari 2026

Apa yang Ada di Dalam Hati Akan Tampak di Badan (Hikmah dari Kitab Al-Hikam)

Sahabatku, marilah kita merenungkan salah satu hikmah yang sangat dalam dari kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari yang berjudul:

“Apa yang ada di dalam hati akan tampak di badan.”

Hikmah ini mengajarkan kepada kita bahwa hati adalah pusat kehidupan manusia. Hati bukan hanya tempat niat, tetapi juga sumber dari ucapan, perbuatan, dan sikap kita. Apa pun yang kita tanam di dalam hati—baik iman, keikhlasan, cinta kepada Allah, maupun penyakit seperti dengki, sombong, dan riya pada suatu saat akan keluar dan terlihat.

Mungkin seseorang bisa berpura-pura baik dalam waktu tertentu. Bisa menutupi kebencian dengan senyum, bisa menutupi kesombongan dengan tutur kata yang halus. Tetapi menurut para ulama, hati tidak pernah bisa berdusta selamanya. Ia akan bocor, dan kebocoran itu tampak pada lisan dan wajah.

Jumat, 02 Januari 2026

Kembali Kepada Allah Sejak Awal (Renungan dari Al-Hikam)

Dalam perjalanan spiritual seorang hamba, sering kali kita terjebak pada anggapan bahwa kedekatan kepada Allah adalah hasil dari perjalanan panjang yang penuh dengan usaha lahiriah semata. Kita merasa harus “menjadi baik” terlebih dahulu, membersihkan diri dari dosa, memperbanyak amal, lalu barulah layak kembali kepada-Nya. Namun hikmah-hikmah dalam Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari mengajarkan sudut pandang yang lebih dalam: kembalilah kepada Allah sejak awal, bukan setelah merasa sempurna.

Makna Kembali Sejak Awal

Sabtu, 20 Desember 2025

Al-Hikam: Tidak Boleh Kaget dengan Keburukan Dunia

Dalam kitab Al-Hikam, Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari mengajarkan hikmah-hikmah mendalam tentang perjalanan hati seorang hamba menuju Allah. Salah satu pelajaran penting yang sering disalahpahami adalah sikap kita terhadap keburukan dunia. Seorang salik (penempuh jalan Allah) tidak seharusnya kaget, kecewa berlebihan, atau goyah imannya hanya karena melihat keburukan, kezaliman, dan kerusakan yang terjadi di dunia.

Dunia ini sejak awal diciptakan sebagai tempat ujian, bukan tempat balasan. Maka wajar jika di dalamnya terdapat:

  • Kezaliman dan ketidakadilan

  • Pengkhianatan dan kebohongan

  • Kesedihan, kehilangan, dan kegagalan