.

Info : Pengembangan Masyarakat, Pak Margolang

Sabtu, 06 Agustus 2011

Sabar itu AKTIF bukan PASIF....


Pada Tafakkuran  sebelumnya kita telah membahas bahwa Bahagia dapat diperoleh dengan satu-satunya cara yaitu TAAT. Nah… bagaimana ketaatan dapat diraih maka untuk itu sebagai landasannya  yang kita harus  perjuangkan adalah SABAR.
Dalam Al Quran Allah berfirman : Allah bersama orang orang yang sabar.
Ini bukan berarti sabar dulu baru bersama Allah, tapi dekatlah kamu dengan Allah agar kamu mudah sabar.
Hal yang salah selama ini kita menganggag sabar itu adalah perilaku pasif, menerima dan mengalah. Sesungguhnya Sabar itu bersifat aktif bukan pasif
Pertanyaannya bagaimana agar kita dapat selalu Sabar :

1. Tenang, menunda sejenak respon, baik itu kenyataan positip maupun negative. Dengan member peluang waktu menunda setiap respon kita maka hal ini memberi peluang kita untuk berpikir positip, sebelum member respon.
2. Aktif, memberi respon. Sabar itu bukanlah pasif, tapi aktif, makanya kita tetap harus merespon setiap kejadian. Bila belum meberi hasil yang diharapkan coba lagi, coba lagi  sampai berhasil. Bila tidak mau mencoba/gagal menunjukkan tidak sabar. Ini berarti ORANG SABAR TIDAK PERNAH GAGAL.
3. Fokus dan nikmati  PROSES, Jangan fokus pada HASIL, karena hasil itu urusan Allah. Fokuslah pada proses dan nikmati.
4. Penyesuaian [Empati], Usahakan menyesuaikan tempo kita dengan tempo dengan orang kita hadapi, usahakan menyesuaikan cara pandang dengan orang lain, bila diperlukan selanjutnya secara perlahan mempengaruhi.
5. Menyelaraskan dengan hukum alam. Sesuatunya ada proses, kecil tumbuh lalu besar, seperti tanaman mulai dari benih lalu tumbuh membesar berbunga lalu berbuah. Demikian juga usaha kita mulai dari yang kecil berangsur besar. Jangan berpikir dan berkeinginan langsung besar.
6. Mengerjakan satu waktu satu kegiatan. Hindari keserakahan dengan mengerjakan segala hal dalam satu waktu.
7. Badan dan pikiran satu tempat. Sering kita menemukan diri kita tidak sama dengan pikiran kita. Kita  di kantor tapi pikiran di rumah. Dirinya sholat tapi pikirannya di kantor.

Demikian semoga bermanfaat.

4 dan 5 Ramadhan 1432
Terima kasih Ustadz Ubaedillah, SP